Bojonegoro–Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (BEM F) Syari’ah dan Adab Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri (Unugiri) gelar Latihan Kepemimpinan Mahasiswa Tingkat Dasar (LKMTD) di Aula Masjid Al-Birru Pertiwi, Dander, Bojonegoro, pada Sabtu-Minggu(10-11/01/2025).
Ashifyan, selaku ketua panitia mengatakan, tujuan dilaksanakannya kegiatan LKMTD adalah untuk membangun pengurus atau anggota Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP) di bawah naungaan FSA lebih mengerti tentang organisasi, leadership, administrasi dan menjalankan tugasnya.
“Harapannya setelah dilaksanakannya LKMTD ini saya meminta kepada seluruh anggota HMP dan BEM F untuk diterapkan dan dijalankan guna organisasi tersebut tertata secara administrasi sesuai dengan harapan dari kampus,” ujarnya.
Ia juga meminta maaf jika dalam pelaksaan kegiatan terdapat banyak kekurangan, baik secara fasilitas maupun teknis.
Sementara itu, Fitria Ika Yuliana selaku ketua BEM FSA menjelaskan bahwa LMTD bukan sekedar kegiatan formalitas atau syarat akademik, namun wadah bagi peserta untuk mengenal potensi diri, manajemen organisasi, dan berpikir kritis.
“Kegiatan ini bukan sekedar formalitas saja ataupun persyaratan akademik. Kegatan ini adalah wadah untuk kalaian semua untuk lebih mengenal potesi diri kalian, cara memanajemen organisasi dengan benar, dan juga berpikir kritis. Untuk itu, dalam forum saya harap kalian tidak sungkan untuk bertanya dan mendiskusikan hasil materi yang sudah dipaparkan oleh pemateri-pemateri yang hebat ini,” ujarnya.
Tak lupa, ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang telah membantu dan mempersiapkan acara ini dengan maksimal.
“Semoga berjalan lancar sampai kegiatan ini selesai,” harapnya.
Dekan FSA, Agus Sholahuddin Shidiq, dalam sambutannya memberi semangat bahwa setiap mahasiswa memiliki potensi berbeda yang perlu diasah melalui pengalaman nyata, bukan hanya konsumsi media sosial. Pilihan dan kebiasaan hari ini, menurutnya, akan menentukan kualitas diri di masa depan.
“Seorang akademisi, Kang Dodo, menekankan bahaya kecanduan media sosial terhadap kesehatan mental dan karakter generasi muda. Ia mencontohkan tokoh-tokoh dunia teknologi seperti Steve Jobs dan Bill Gates yang membatasi penggunaan gawai pada anak-anak mereka, sebagai bentuk kesadaran atas dampak negatif algoritma,” jelasnya.
Agus mengatakan bahwa screen time berlebihan dapat menurunkan kemampuan kerja tim, berpikir kritis, dan pemecahan masalah. Kata Agus, inilah alasan kamlus mendorong mahasiswa agar aktif dalam organisas.
“Oleh karena itu, kampus mendorong mahasiswa agar aktif dalam organisasi dan UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada gawai serta membangun mental, kepemimpinan, dan jejaring sosial,” pungkasnya.
Program LKMTD ini dinilai positif oleh para peserta yang hadir, namun juga terdapat beberapa kritikan. Salah satunya yang disampaikan oleh Naufal Widjan, mahasiswa semester 1 dari Prodi Hukum Keluarga Islam (HKI). Ia mengaku kegiatan ini seru, namun ada pemateri yang kurang.
“Kegiatannya seru, menambah wawasan, dan menumbuhkan rasa tanggung jawab tentang dasar kepimpinan. Tapi ada pemateri yang kurang memahamkan dalam penyampaiannya. Sehingga kurang bisa difahami,” ungkapnya.
Ia menyarankan agar pihak panitia selanjutnya dapat memilih pemateri yang lebih baik lagi
“Mungkin dari panitia bisa memilih pemateri yang lebih menguasai materi untuk disampaiakan,” ujarnya.
Winda, mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) semester 3 juga menyebutkan bahwa kegiatan ini memberi banyak pelajaran berharga yang belum pernah di dapatkan sebelumnya.
“Mengikuti LKMD kemarin memberikan banyak pelajaran berharga bagi saya, terutama dalam hal mengatur prioritas serta mengenali potensi diri secara lebih mendalam. Materi yang disampaikan sangat relevan dengan kebutuhan saya sebagai mahasiswa saat ini, khususnya dalam menghadapi tantangan akademik maupun organisasi,” tuturnya.
Winda mengakui bahwa kegiatan ini juga melatih dirinya untuk lebih disiplin, bertanggung jawab, agar mampu bekerja sama dalam tim, sehingga menjadi bekal penting untuk pengembangan dirinya ke depan.
Terdapat 5 materi yang disuguhkan dalam kegiatan tersebut. Pertama, tentang Leadership oleh Ifnu Wisnu Dwi Prasetya. Kedua, tentang Manajemen Konflik oleh S. Fajar Wicaksono. Ketiga, mengenai Ansos dan Andir oleh Lailatus Sa’dah. Keempat, terkait Antropologi kampus oleh Ali Ibrahim. Kelima, terkait Administrasi Organisasi oleh M. Ali Zainal Abidin. Kemudian yang terakhir ditutup dengan Forum Group Discussione (FGD) yang berlangsung hingga pukul 23.16 WIB.
Usai kegiatan tersebut, seluruh peserta diarahkan untuk beristirahat di penginapan Masjid Al-Birru, Dander, sebelum bertolak pulang ke kediaman masing-masing pada keesokan paginya. Kegiatan LKMTD ini diikuti oleh mahasiswa yang berasal dari tiga Himpunan Mahasiswa Prodi (HMP), yaitu Hukum Ekonomi Syariah, Hukum Keluarga Islam dan Bahasa Sastra Arab.
Pewarta: Siti Nur Hamidah (Mahasiswi HES)
Editor: Husnul K.

